KosPro
Keuangan 3 menit baca

Cara Mencatat Keuangan Kos: Pembukuan Sederhana untuk Pemilik Kos

Panduan pembukuan kos tanpa istilah akuntansi rumit: apa saja yang dicatat, contoh format pemasukan dan pengeluaran, cara menghitung laba bersih, dan kebiasaan bulanan.

Banyak pemilik kos tahu berapa uang sewa yang masuk, tetapi tidak tahu persis berapa keuntungan bersihnya. Penyebabnya sederhana: pemasukan tercatat (karena ditagih), sementara pengeluaran kecil seperti ganti lampu, servis pompa, atau tukang sampah jarang dicatat.

Pembukuan kos tidak perlu memakai istilah akuntansi. Cukup dua catatan dan satu kebiasaan bulanan.

Catatan 1: Pemasukan

Setiap uang yang masuk dicatat dengan kolom berikut:

TanggalKamarPenghuniKeteranganNominal
03/11A-01SintaSewa NovemberRp 1.200.000
05/11B-07DewiSewa NovemberRp 1.350.000
05/11A-04RaniDeposit kamarRp 500.000

Beberapa catatan penting:

  • Pisahkan deposit dari sewa. Deposit adalah uang titipan yang nantinya dikembalikan, jadi jangan dihitung sebagai pendapatan.
  • Catat di hari yang sama ketika transfer masuk.
  • Jika penghuni membayar sebagian, tulis nominal yang benar-benar diterima, lalu tandai sisa kekurangannya.

Catatan 2: Pengeluaran

Kelompokkan pengeluaran ke beberapa kategori agar mudah dianalisis:

  • Utilitas: listrik, air, internet (jika ditanggung pemilik).
  • Perawatan: perbaikan, cat, ganti kasur, servis pompa.
  • Operasional: kebersihan, sampah, keamanan, gaji penjaga.
  • Lainnya: iuran lingkungan, pajak, iklan kamar kosong.

Simpan foto nota di satu folder per bulan. Saat ada pengeluaran besar, catatan ini membantu Anda menilai apakah harga sewa masih sepadan.

Menghitung laba bersih

Rumusnya sederhana:

Laba bersih bulanan = total sewa yang diterima − total pengeluaran bulan itu

Contoh ilustrasi untuk kos 10 kamar dengan sewa Rp 1.200.000:

PosNominal
Sewa diterima (9 kamar terisi)Rp 10.800.000
Listrik & air area bersama− Rp 950.000
Internet− Rp 400.000
Kebersihan & sampah− Rp 600.000
Perbaikan bulan ini− Rp 350.000
Laba bersihRp 8.500.000

Angka di atas hanya contoh. Yang penting adalah kebiasaannya: hitung setiap bulan dengan data Anda sendiri.

Dua angka yang sering dilupakan

Tingkat hunian. Bandingkan jumlah kamar terisi dengan total kamar. Pada contoh di atas, 9 dari 10 kamar terisi berarti hunian 90%. Satu kamar kosong selama sebulan berarti kehilangan Rp 1.200.000, dan inilah alasan mengisi kamar kosong perlu jadi prioritas.

Tunggakan. Sewa yang belum dibayar bukan pendapatan sampai uangnya diterima. Catat terpisah agar Anda tahu berapa uang yang masih tertahan. Cara menanganinya dibahas di cara menagih penghuni kos yang telat bayar.

Kebiasaan bulanan 15 menit

Setiap awal bulan, luangkan waktu untuk:

  1. Mencocokkan catatan pemasukan dengan mutasi rekening.
  2. Menjumlah pengeluaran per kategori.
  3. Menghitung laba bersih dan tingkat hunian.
  4. Membandingkan dengan bulan sebelumnya.
  5. Mencatat rencana: perbaikan, kenaikan harga, atau promosi kamar.

Setelah 12 bulan, Anda punya data yang cukup untuk menghitung balik modal bisnis kos dan menilai apakah harga sewa perlu disesuaikan.

Pisahkan rekening kos dan rekening pribadi

Jika memungkinkan, gunakan satu rekening khusus untuk kos. Semua sewa masuk ke sana, semua biaya kos keluar dari sana. Cara ini membuat pembukuan jauh lebih mudah karena mutasi rekening hampir sama dengan catatan keuangan kos Anda.

Pakai alat yang sesuai

Spreadsheet cukup untuk kos kecil. Ketika jumlah kamar dan properti bertambah, mencocokkan data mulai memakan waktu. KosPro mencatat setiap pembayaran per kamar, lalu menyusun laporan pendapatan per bulan dan per properti, termasuk bulan terbaik dan rata-rata bulanan. Laporannya bisa diekspor ke PDF (fitur Premium).

Artikel lainnya